Tingkatkan Daya Saing, IKM harus ber SOP

Dinas Perindustrian Kota Malang menyebut soko guru penyokong ekonomi dari bidang industri, adalah industri kecil dan menengah. Kepala Disperin Kota Malang, Subkhan menegaskan, kontribusi industri makro manufaktur hanyalah dua persen dibandingkan dengan potensi besar IKM.
“Secara kontribusi, 98 persen industri Kota Malang, disokong oleh industri kecil dan menengah. Sedangkan, industri makro manufaktur, hanya dua persen, bahkan kurang. Sayangnya, IKM saat ini masih lemah dalam manajemen. Terutama manajemen pribadi usahanya,” kata Subkhan kepada wartawan.
Dia mengatakan, sebagian besar IKM yang ditemuinya di Kota Malang, adalah IKM yang berproduksi apa adanya dan hanya berjualan seperti pedagang biasa. Mantan Kepala BKD Kota Malang tersebut menerangkan, para pelaku IKM hanya berproduksi demi kebutuhan sehari-hari dan yang penting laku dijual.
“Tidak ada semangat untuk jadi wirausahawan baru, tidak memikirkan modal bergulir. Karena itu, perlu ada peningkatan. IKM tidak boleh stagnan hanya di IKM. Tapi, suatu saat menjadi industri menengah atas. Namun, upaya dan kerja keras harus dilakukan untuk penuhi itu,” sambung mantan camat Lowokwaru itu.
Mantan Kasatpol PP Kota Malang ini menjelaskan, IKM harus menjunjung standar operasional prosedur untuk menciptakan produk yang berdaya saing. Dengan masuknya era pasar bebas dan perdagangan Asia Tenggara ini, Subkhan menyebut produk IKM tanpa SOP sulit bersaing dan tembus ke pasar eksport.
“Dengan mendorong SOP, kualitas dan daya saing produk IKM meningkat. Memang, banjir barang impor tidak akan bisa dibendung. Tapi, minimal produk lokal kita sudah berstandar, misalnya ber-SNI. Kalau bisa juga standar internasional, tak perlu lirik barang impor,” tambah Subkhan.
Terkait perizinan untuk IKM, Subkhan menyebut saat ini Pemkot Malang telah mempermudah prosesnya. Dengan mengurus perizinan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Block Office, para pelaku IKM akan dipermudah untuk mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) hingga Tanda Daftar Industri (TDI).(fin/aim)

Related Posts