DISPERIN MUNCULKAN PRODUK INOVATIF MELALUI FESTIVAL PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang menggelar Kegiatan Pengembangan Industri Kreatif Makanan dan Minuman dengan tema “Festival Produk Makanan dan Minuman Inovatif Berbasis Kearifan Lokal” yang dimulai bulan Januari hingga bulan April 2018. Kegiatan ini sebagai wujud upaya Pemerintah Kota Malang dalam pengembangan industri makanan dan minuman yang merupakan salah satu sektor unggulan Kota Malang. Melalui kegiatan ini, Disperin berharap akan bermunculan inovasi produk baru dari bahan dasar yang banyak tersedia di Malang Raya sehingga tercipta makanan dan minuman khas dari Kota Malang.

Festival Produk Inovatif Berbasis Lokal ini dilaksanakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang meliputi lomba pembuatan produk makanan dan minuman, pelatihan serta pameran. Untuk lomba pembuatan produk makanan dan minuman dipilih makanan dan minuman dengan bahan dasar telo dan kokam.

Pemilihan bahan dasar dalam lomba pembuatan produk makanan dan minuman ini, dengan pertimbangan bahwa telo ungu atau ubi jalar yang banyak dijumpai di pintu masuk Kota Malang. Namun, untuk produk turunan dari telo ungu ini sangat sedikit ditemui. “Dipilihnya bahan ubi ungu untuk dijadikan aneka kue jenis roti dan minuman sehat, karena ubi ungu mudah didapat dan harganya pun sangat terjangkau,” kata Suswati, S.Sos, Kepala Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan Bidang Industri Agro, Kimia, Makanan dan Minuman Dinas Perindustrian Kota Malang.

Sedangkan pemilihan kokam merupakan upaya pelestarian salah satu jajanan khas Kota Malang yang saat ini sudah mulai dilupakan oleh masyarakat Kota Malang. Kokam merupakan jajanan asli Kota Malang yang populer di masa lalu namun jajanan ini mulai tersingkir keberadaannya. Diharapkan, melalui lomba ini masyarakat Kota Malang kembali teringat dengan keberadaan kokam dan turut berperan aktif melestarikannya.

Suswati, S.Sos berharap ke depannya berbagai produk makanan olahan ini bisa tetap lestari, lebih dikenal masyarakat, serta kreativitas para pelaku IKM lebih meningkat agar bisa menembus pasar global.

Rangkaian Festival ini dimulai dengan pendaftaran peserta yang dimulai 22 Januari sampai dengan 8 Februari, sedangkan technical meeting yang dibuka langsung oleh kepada Dinas Perindustrian Kota Malang, Drs. Subkhan digelar pada  13 Januari 2018. “Kokam merupakan jajanan asli Kota Malang yang populer di masa lalu namun jajanan ini mulai tersingkir keberadaannya. Diharapkan melalui lomba ini masyarakat Kota Malang kembali teringat dengan keberadaan kokam dan turut berperan aktif melestarikannya” papar Subkhan saat membuka acara.

Lomba produk makanan dan minuman berbahan dasar telo dan varian kokam ini dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama sesi satu digelar pada tanggal 15 februari 2018 di halaman parkir depan perkantoran terpadu di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang dengan rangkaian acara yaitu bazar industri kecil menengah sektor makanan dan minuman oleh IKM binaan dinas perindustrian.

Setelah seleksi lomba tahap pertama, sesi kedua digelar di Loka Swalayan di Malang City Point, Jalan Terusan Dieng Kota Malang dengan dimeriahkan race shopping di Loka lifestyle supermarket. Selanjutnya untuk seleksi 10 besar telah diselenggarakan di Cyber Mall Kota Malang dengan dimeriahkan race shopping dan lomba mewarna.

Seleksi tahap final diselenggarakan di dalam rangkaian pameran bertajuk Malang City Expo 2018 yang di kawasan stadion luar gajayana dengan diikuti oleh 10 tim yang lolos pada seleksi tahap sebelumnya, serta pelatihan yang juga akan diikuti oleh perwakilan dari 20 tim yang telah memasuki seleksi 20 besar.

Pelatihan ini akan digelar selama dua hari dengan materi yang berbeda. Materi yang akan diberikan pada hari pertama tanggal 11 April 2018 adalah packaging & branding strategy, kemudian pada hari kedua tanggal 12 April 2018 akan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk makanan dan minuman inovatif berbasis kearifan lokal. (dra)

Write a comment